Laman

23.


Yang menjadi fokus perziarahan Gunung Pañcaśīrṣa adalah sebuah stūpa yang terletak di tengah-tengah lembah, dekat Puncak Bodhisattva (P’u-sa ting 菩薩頂) kini. Tatkala Kāśyapa Mātaṅga dan Gobharaṇa tiba di Wu-t’ai shan, stūpa kuno itu sudah ada di sana. Tiada yang tahu kapan atau oleh siapa stūpa itu dibangun.

Melalui pengamatan mata batin, tahulah mereka bahwa stūpa itu berisi relik Buddha Śākyamuni sendiri. Ketika Beliau parinirvāṇa, relik-Nya disimpan dalam Delapan Stūpa Agung. Kedelapan stūpa itu dibuka oleh Maharaja Aśoka sewaktu ia mencanangkan misi penyebaran Buddhadharma, dan isinya dipecah menjadi 84.000 bagian. Demi menguntungkan banyak makhluk, sebagian relik disebar ke seluruh dunia dengan bantuan para yakṣa dan ditempatkan dalam stūpa-stūpa yang dibangun dalam semalam. Di Cina relik tersebut konon tersebar di 19 titik. Stūpa di lembah Wu-t’ai shan ini pastilah salah satunya.




Kāśyapa Mātaṅga dan Gobharaṇa mendirikan pertapaan dekat stūpa itu. Karena suasana di Wu-t’ai shan mirip dengan Gunung Gṛdhrakūṭa (Cn. Ling-chiu shan 靈鷲山) di India, maka mereka menamainya Pertapaan Gṛdhrakūṭa. Tidak berapa lama, mereka mulai memiliki pengikut beberapa orang Taois yang tinggal di sekitar Wu-t’ai shan, yang tertarik mempelajari Buddhisme dan hidup sebagai anāgārika di pertapaan itu.